Kematian adalah satu-satunya kepastian dalam hidup yang tidak pernah bisa diprediksi waktunya. Tidak ada kalender, tidak ada peringatan, dan tidak ada manusia yang benar-benar siap secara emosional ketika kehilangan datang. Namun kesiapan sistem, pengetahuan, dan pendampingan dapat membuat proses perpisahan menjadi lebih tenang, lebih terhormat, dan lebih bermartabat.

Memasuki tahun 2026, kesadaran keluarga modern mulai berubah. Banyak keluarga mulai memahami bahwa kesiapan menghadapi musibah bukan hanya soal finansial, tetapi juga soal literasi kematian, akses layanan, dan kesiapan sistem pendukung. Pemulasaran jenazah bukan sekadar proses teknis, tetapi ibadah terakhir yang memiliki nilai spiritual, sosial, dan kemanusiaan.
Dalam praktiknya, banyak keluarga tidak memiliki pengetahuan tentang tata cara pemulasaran yang benar. Ketidaksiapan ini sering memicu kepanikan, konflik keluarga, kesalahan prosedur, hingga keputusan tergesa-gesa yang berdampak panjang. Di sinilah peran yayasan pemulasaran menjadi sangat penting.
Yayasan Bunga Kemboja hadir sebagai mitra keluarga dalam fase paling berat kehidupan. Dengan tim profesional, terlatih, dan berpengalaman, yayasan ini membantu keluarga menjalani proses pemulasaran secara syar’i, etis, dan bermartabat. Mulai dari pemandian, pengkafanan, penyolatan, pengurusan logistik, hingga pengantaran ke pemakaman, seluruh proses dilakukan dengan standar profesional dan nilai kemanusiaan.
Awal tahun adalah momentum refleksi. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membangun kesadaran bahwa kesiapan adalah bentuk cinta. Kesiapan adalah bentuk perlindungan terhadap keluarga. Kesiapan adalah bentuk tanggung jawab spiritual.
Bersama Yayasan Bunga Kemboja, keluarga tidak berjalan sendiri dalam duka — ada sistem, ada pendampingan, dan ada kepercayaan.

